Kamis, 28 Juli 2016

Dampak Pendudukan Jepang di Indonesia

Jepang sebagai negara Asia yang mampu mengusir Belanda dari Indonesia tentu saja memberikan dampak terhadap bangsa Indonesia. Saat Jepang menjajah Indonesia, mereka melakukan berbagai tindakan yang dapat memberikan pengaruh terhadap bangsa Indonesia. Setiap tindakan yang dilakukan oleh Jepang menimbulkan dampak positif serta negatif. Kebijakan Jepang saat menduduki Indonesia tidak sepenuhnya merugikan, ada juga kebijakan yang memberikan kesan positif bagi bangsa Indonesia. Apa saja dampak yang ditimbulkan oleh Jepang?
  1. Dampak Positif
    Bidang Politik
    • Melarang penggunaan Bahasa Belanda dan memperbolehkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar.
    • Dibentuknya badan persiapan kemerdekaan Indonesia, yaitu BPUPKI dan PPKI. Dengan munculnya badan persiapan ini, muncullah ide Pancasila.
    • Mendukung semangat Anti-Belanda, sehingga secara tidak langsung Jepang ikut mendukung semangat jiwa nasionalisme Indonesia.
    • Memberi kesempatan bagi rakyat Indonesia untuk ikut serta dalam pemerintahan politik.

Hakko I Chiu

Apa itu Hakko I Chiu?
Hakko I Chiu secara harfiah berarti Delapan Penjuru Dunia di Bawah Satu Atap) adalah slogan persaudaraan universal yang digunakan Jepang untuk menciptakan Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya dalam Perang Dunia II. Slogan ini berasal dari sebuah kalimat dalam Nihon Shoki jilid 3 bab Kaisar Jimmu yang berarti "seluruh negeri bagaikan sebuah atap rumah".

Hakko I chiu artinya dunia bagaikan satu keluarga. Hakko I Chiu adalah semboyan yang berisi sebuah ajaran shinto (agma asli Jepang) yang mengatakan bahwa Jepang harus menyusun dunia ini sebagai satu keluarga besar dan Jepang sebagai kepala keluarga. 

Senin, 16 Mei 2016

Paham-Paham Baru yang Muncul di Indonesia

Munculnya kesadaran kebangsaan di kawasan Asia dan Afrika pada masa lalu tidak terlepas dari pengaruh paham baru yang lahir, yakni nasionalisme, liberalisme, sosialisme, komunisme, demokrasi, serta pan-Islamisme. Paham-paham tersebut mendorong rakyat Asia-Afrika untyk membangun diri dalam kesadaran berbangsa dan bernegara dengan menutamakan kemerdekaan dan kebebasan.
1.      Nasionalisme
Nasionalisme berasal dari kata nation (bahasa Inggris) atau natie (bahasa Belanda) yang berarti bangsa. Bangsa adalah sekelompok manusia yang menempati wilayah tertentu dan memiliki kemauan untuk bersatu karena adanya kesamaan nasib, cita0cita, dan tujuan.
Dengan demikian, nasionalisme dapat diartikan sebagai semangat kebangsaan, yakni cinta terhadao bangsa dan tanah air. Atau dengan kata lain nasionalisme adalah suatu paham yang menyatakan bahwa kesetiaan tertinggi seseorang ditujukan kepada negara kebangsaannya. Berikut merupakan pandangan dari beberapa tokoh mengenai nasionalisme.

Latar Belakang Pergerakan Nasional

Latar belakang munculnya pergerakan nasional Indonesia adalah titik permulaan bangkitnya kesadaran nasional. Pada tahun 1908 lahirlah organisasi pergerakan nasional yang pertama, kemudian disusul oleh organisasi-organisasi lainnya. Dengan demikian perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan telah memasuki tahap baru yang sifatnya berbeda dengan perjuangan sebelumnya. Sifat-sifat perjuangan setelah tahun 1908 adalah bersifat nasional, menggunakan organisasi yang terarur, serta tidak tergantung pada satu pemimpin. Pergerakan nasional di Indonesia lahir karena dipicu oleh beberapa faktor yang terbagi menjadi faktor internal dan eksternal.
  1. Faktor Internal
Beberapa faktor internal yang memengaruhi munculnya pergerakan nasional di Indonesia diantaranya.

Jumat, 15 April 2016

Perjanjian Tordesillas dan Saragosa

Pernahkah kalian mendengar apa itu Perjanjian Tordesillas? Perjanjian Saragosa? Atau manakah yang lebih dahulu dibuat? Nah, pada kali ini akan ada pemaparan mengenai kedua perjanjian tersebut.

Pada masa imperialisme kuno, Portugis dan Spanyol merupakan dua buah kerajaan Katolik yang mempunyai armada laut, teknologi navigasi, dan perkapalan yang maju dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Oleh karena itu, tidak heran jika kedua kerajaan tersebutlah yang mengawali adanya penjelajahan samudera.

Keunggulan dalam teknologi navigasi dan perkapalan yang dimiliki Portugis dan Spanyol menimbulkan persaingan diantara keduanya dalam memperebutkan wilayah penjajahan atau perdagangan semenjak tahun 1452.

Oleh karena itu, pada tanggal 4 Juni 1447 di Tordesillas (sekarang di provinsi Valladolid, Spanyol) diadakan sebuah perjanjian berisi kesepakatan antara raja Spanyol dan raja Portugis dengan ditandatangani oleh Paus Alexander VI yang berasal dari Spanyol.

Jumat, 08 April 2016

Kongsi Dagang Bangsa-bangsa Eropa

Apa itu kongsi dagang?
Kata ‘kongsi’ memiliki arti ‘persekutuan’. Oleh karena itu, yang dimaksud dengan kongsi dagang adalah persekutuan para pedagang.

Apa tujuan dibuatnya kongsi dagang?
Tujuan dibuatnya kongsi dagang adalah menghilangkan atau meminimalisir persaingan antar pedagang yang sebangsa. Dengan demikian keuntungan akan mudah diraup dan akan semakin memperkaya negara-negara Eropa. Selain itu, hal ini juga dikarenakan mereka tidak ingin berperang dengan kongsi dagang yang lain.

Apa saja contohnya?
1.      Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) milik Belanda
Pada 20 Maret 1602 secara resmi dibentuklah persukutuan kongsi dagang Belanda di Nusantara sebagai hasil fusi antarkongsi yang telah ada. Kongsi dagang Belanda ini diberi nama Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau dapat disebut dengan “Perserikatan Maskapai Perdagangan Hindia Timur atau Kongsi Dagang India Timur”. VOC secara resmi didirikan di Amsterdam.

Kamis, 07 April 2016

Kolonialisme dan Imperialisme

Abad ke-15 merupakan era pencerahan atau juga renaisans di benua Eropa. Renaisans merupakan suatu awal dari bangkitnya ilmu pengetahuan di benua Eropa yang sebelumnya sangat sulit berkembang dikarenakan doktrin-doktrin gereja yang sangat mengekang. Salah satu dari pencapaian yang sangat besar pada masa itu adalah munculnya teori heliosentris yang mengatakan bahwa matahari merupakan pusat tata surya dan juga mengemukakan bahwa bumi itu bulat.
Paham inilah yang menjadi salah satu faktor pendorong bangsa Eropa untuk dapat melakukan penjelajahan ke seluruh penjuru dunia.
Namun pada akhirnya, tujuan penjelajahan tersebut berubah menjadi sebuah praktik penjajahan. Praktik dari penjajahan yang dilakukan oleh bangsa barat tersebut dapat dibedakan menjadi dua macam yakni kolonialisme dan imperalisme.

Apa itu kolonialisme dan imperialisme?
Kolonialisme berasal dari kata colunus (colonia) yang berarti suatu usaha untuk dapat mengembangkan kekuasaan suatu negara atau wilayah yang diluar wilayah negara tersebut. Wilayah koloni pada umumnya merupakan daerah yang kaya akan bahan mentah yang merupakan kebutuhan dari negara-negara yang melakukan praktik kolonialisme.