Senin, 01 Februari 2016

5 Juni 2015

Tanggal 5 Juni 2015, merupakan hari yang bersejarah dalam hidup saya. Hari itu merupakan hari ulang tahun ibu saya sekaligus pengumuman penerimaan peserta didik baru dari IC. Hari itu, saya dan beberapa teman dari sekolah saya yang ikut mendaftarkan diri di IC diminta untuk hadir di sekolah untuk membuka hasil pengumuman dari IC.

Pagi itu perasaan saya sudah buncah. Hari itu lebih mendebarkan dari pengumuman kelulusan UN sekalipun. Saya berangkat ke sekolah naik angkutan umum. Sebelum berangkat, ibu saya mengatakan bahwa ia ingin mendapatkan kado yang berbeda dari tahun sebelumnya, dan saya menyetujui permintaan ibu saya tersebut.

Sesampainya di sekolah, saya langsung menuju tempat yang telah ditentukan sebelumnya. Disana telah berkumpul beberapa teman saya. Ketika itu, banyak guru yang menyanyakan tentang pengumuman tersebut. Namun, kami hanya bisa menjawab bahwa pengumuman tersebut belum keluar. Hari mulai siang, kami mulai lelah menunggu pengumuman tersebut. Beberapa kali kami telah mencoba untuk membuka website IC, namun yang tertulis tetap sama, yakni masih menunggu keputusan Kementrian Agama.

Karena kasihan melihat kami tidak melakukan apapun, akhirnya setelah dzuhur kami diperbolehkan untuk pulang. Bagi saya perjalanan pulang tersebut tidak menyenangkan. Sepanjang perjalanan saya terus melamun. Membayangkan apa nasib saya nanti apabila tidak diterima di IC. Dimana saya akan melanjutkan sekolah saya, sedangkan pendaftaran dari beberapa sekolah yang saya inginkan sudah tutup. Saya juga memikirkan bagaimana perasaan keluarga saya, teman-teman saya, dan guru-guru yang telah mendukung dan mendoakan saya. 

Karena terlalu banyak hal yang saya pikirkan, saya akhirnya jatuh sakit. Saya tidak langsung pulang ke rumah. Ibu saya mengajak saya untuk mampir di rumah saudara. Kami berada disana sampai sore, kami baru pulang ketika jam menunjukkan pukul 5 sore. Setelah merasa hari sudah mulai gelap, kami pun pulang. Kami sampai rumah tidak lama sebelum adzan berkumandang.

Sesampainya di rumah, saya langsung bersiap siap dan melaksanakan salat maghrib. Setelah itu saya jatuh tertidur. Pada sekitar jam sepuluh malam ibu saya membangunkan saya. Ibu saya tiba tiba memeluk saya kemudian mengatakan bahwa saya diterima di IC. Dengan keadaan setengah sadar dam kepala masih berat karena saya sakit, saya mengatakan kepada ibu saya bahwa diterimanya saya di IC merupakan kado dari saya untuk ulang tahun ibu saya dan sekaligus kado ulang tahun ayah saya di hari berikutnya. Dengan mata berkaca kaca, ibu saya kembali memeluk saya dan mengucapkan terimakasih.

Minggu, 31 Januari 2016

Zaman Batu

Zaman batu merupakan zaman paling tua dalam sejarah kehidupan manusia. Disebut zaman batu karena sebagian besar alat-alat kehidupannya terbuat dari batu. Alat-alat tersebut berfungsi sebagai alat untuk mencari dan mengolah makanan, serta sebagai sarana pemujaan. Zaman batu terbagi atas beberapa zaman, yaitu sebagai berikut.
  1. Zaman Batu Tua (Paleolitikum)
    Zaman batu tua adalah masa ketika alat-alat yang digunakan terbuat dari batu yang masih kasar pembuatannya, bahkan tidak mengalami perubahan yang terlalu banyak oleh tangan manusia. Alat-alat yang dibuat hampir tidak mengubah bentu aslinya, karena teknologi yang dikuasai masih sangat terbatas dan sederhana dan juga fungsinya masih sangat terbatas. Contohnya kapak pada zaman ini digunakan untuk membelah, menggali, berburu, menusuk, dan lain-lain.

Kamis, 28 Januari 2016

Pengertian Sejarah

Secara etimologis kata sejarah berasal dari bahasa Arab syajaratun yang berarti pohon. Kata syajaratun kemudian digunakan dalam bahasa Melayu dengan penyebutannya berubah menjadi syajarah, dan bahasa Indonesia menyebutnya dengan sejarah. Kata sejarah tersebut masih memiliki arti yang sama yakni silsilah atau keturunan.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan tentang sejarah sebagai berikut:
  1. Asal usul, keturunan, atau silsilah;
  2. Kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau, riwayat, tembo;
  3. Pengetahuan atau uraian tentang kejadian, atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa yang telah lampau. 

Rabu, 27 Januari 2016

Indahnya Kasih Sayang

Kenapa air terjun itu begitu indah, kawan?
Karena airnya jatuh terus menerus
Terus menerus, susul menyusul, berdebam
Sungguh tiada indahnya kalau hanya selintas
Itu sama seperti menuangkan air dari ember


Kenapa pelangi itu begitu indah, teman?
Karena merah kuning hijau dilangit yang biru itu menggantung
Pada posisinya, tetap, mantap,
Sungguh tiada indahnya kalau bergerak-gerak
Berganti-ganti posisinya, susah diikuti

Selasa, 12 Januari 2016

Jalanku Masih Panjang

Wahai perasaan
Kau buat pagiku jadi mendung, soreku jadi kelam
Kau buat siangku jadi gelap, dan malam semakin gulita
Kau buat beberapa menit lalu aku gembira,
untuk kemudian bersedih hati...


Wahai perasaan
Kau buat aku berlari di tempat
Semakin berusaha berlari, kaki tetap tak melangkah
Kau buat aku berteriak dalam senyap
Kau buat aku menangis tanpa suara
Kau buat aku tergugu entah mau apalagi

Minggu, 22 Februari 2015

Daun yang Jatuh Tidak Pernah Membenci Angin


“Daun yang jatuh tak pernah membenci angin. Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan . Mengikhlaskan semuanya.”

“Orang yang memendam perasaan seringkali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun

Pentatonix - Frozen